What's New With YSKB

Perjalanan ke Merapi

Jum, 26 Nov 2010 02:11   |   804 Read   |   Comments (0)

Bencana Merapi yang terjadi sejak tanggal 26 Oktober lalu menyebabkan sekitar 200 ribu orang mengungsi dengan jumlah korban tewas sebanyak 304 orang (Metro News, 23 November 2010). Hal ini menggerakkan hati banyak orang untuk turut membantu meringankan beban mereka.

Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) bergerak turun langsung ke lapangan pada tanggal 13 November 2010. Waktu persiapan yang sangat terbatas membuat segala sesuatunya harus dilakukan dengan cepat namun cermat. Melalui berbagai media yang memungkinkan, baik pengumuman mingguan dan warta Gereja, Facebook, Twitter, Youtube dan informasi dari mulut ke mulut, YSKB mengajak rekan–rekan yang terbeban untuk ikut berpartisipasi.

Antusiasme rekan-rekan sangat membanggakan, dalam waktu 4 hari (6 – 9 Nov), sumbangan berupa barang telah memenuhi area parkir GMS. Mulai dari masker, pakaian, kebutuhan bayi, dan masih banyak lagi. Semuanya terus mengalir sampai saat terakhir pengepakan. Itu belum termasuk sumbangan berupa dana.

Tidak berhenti hanya menyumbang barang dan dana, rekan-rekan juga memberikan tenaganya membantu pengepakan. Waktu yang terbatas untuk membuat 2.000 lebih paket, membuat para relawan bekerja dari pagi sampai malam. Secara bergantian mereka datang, tidak peduli usia dan status sosial, mereka mengerjakan tugasnya dengan sepenuh hati.

Barang sumbangan berangkat dari Surabaya dengan 2 truk trailer. Trailer pertama berangkat tanggal 10 November dan diikuti yang kedua keesokan harinya. Tim yang berangkat berjumlah hampir 80 orang. Gabungan dari tim YSKB, pendoa, MSCS, dan pelayan anak. Tim berangkat tanggal 12 sore ke GMS Jogja.

Tanggal 13 November, sejak pagi seluruh tim telah berada di GMS Jogja untuk memindahkan barang-barang ke dalam 4 truk besar, karena lokasi pengungsi yang rata-rata berada di radius 12-14 KM dari Merapi tidak memungkinkan untuk dilewati trailer.

Pukul 09.00 rombongan menuju JEC (Jogja Expo Center), salah satu lokasi pengungsian untuk berkoordinasi dengan TNI yang akan menyertai perjalanan tim ke lokasi-lokasi pengungsian. Hal ini diperlukan untuk mengurangi resiko penjarahan barang sumbangan. Di tiap truk dijaga oleh 1 anggota TNI.

Berikut adalah daftar penerima paket sumbangan:

1.     Desa Ngebonsari dan Ngebonlor, kabupaten Magelang (525 jiwa)

525 paket  + ember + 285 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak Widodo – Kepala Desa

2.     Dusun Probolinggo, Muntilan (111 jiwa)

111 paket + ember + 15 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak Sutiman – Kepala Desa

3.     Desa Gulon, Jlegong, Mancasan (820 jiwa)

820 paket + ember + 65 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak Sudaryono

4.     Dusun Madon, Mantingan, kecamatan Salam (230 jiwa)

230 paket  + ember + 80 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak M. Irfan M - Kadus Madon

5.     Desa Bendosari Gede (314 jiwa)

314 paket + ember + 100 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak Sugito – Kepala Desa Bendosari

6.     Kepuh Harjo (20 jiwa)

20 paket + 20 selimut

7.     Jemaat yg terkena dampak Merapi (35 jiwa)

35 paket + 35 selimut

8.     Anggota TNI yang mengungsi (20 jiwa)

20 paket + 20 selimut

secara simbolis diterima oleh Bapak Rahmat – Anggota TNI

Selain sumbangan berupa barang, tim juga menghibur para pengungsi. Seperti saat berada di SDN Gulon, team dari MSCS dan pelayan anak, bekerjasama menghibur anak – anak pengungsi dengan aneka hadiah dan permainan. Pukul 17 semua lokasi telah selesai dikunjungi. Para pengungsi sangat berterima kasih dengan sumbangan yang diberikan, mereka merasa sangat terbantu untuk bertahan sementara di pengungsian.

Ibu Widodo (55 thn), sudah 10 hari lebih berada di pengungsian, mengatakan para pria mulai kembali ke rumahnya pada siang hari untuk menjaga dan membersihkan tempat tinggal mereka, namun kembali ke pengungsian pada malam hari, karena situasi yang belum aman. Pengungsi asal Ngebonglor ini berharap situasi segera membaik sehingga mereka bisa kembali ke rumah mereka masing–masing dan menata kehidupan lagi seperti semula. (mj)

Beri Komentar

*
*