What's New With YSKB

Anjal Jombang - 25.02.2012

Sel, 06 Mar 2012 02:03   |   979 Read   |   Comments (1)

Di tengah rintik hujan sore itu, para volunteer YSKB berkeliling membagikan bingkisan ke semua pondok yang tersebar di lokasi penampungan. Senyum bercampur peluh dan air hujan menghiasi wajah mereka. Satu persatu bingkisan mulai berpindah tangan diiringi senyuman dan ucapan terima kasih yang seolah tak putus dari bibir mereka.

Seorang ibu tua menatap sayu dari balik pintu kayu yang sudah mulai termakan waktu. Matanya yang mulai rabun mengawasi para volunteer. Ia pun berharap untuk memperoleh salah satu dari bingkisan itu.

Ya, mereka ini adalah para penghuni penampungan tunawisma dan anak jalanan yang terdapat di daerah Candimulyo, Jombang. Berawal dari kerinduan Lina –seorang volunteer YSKB di GMS Jombang– untuk memberkati seorang anak jalanan, maka Sabtu (25/2), Lina dan rombongan volunteer YSKB yang berjumlah 30 orang sampai di penampungan ini.

Dihuni oleh sekitar 90 orang yang terdaftar dalam 30 KK, dari balita sampai lansia, dan kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pengemis. Pekerjaan paling bergengsi di sana adalah penjual bakso keliling. Mereka tinggal dalam pondok-pondok kecil yang –jika beruntung– diterangi oleh sebuah lampu kecil. Pondok yang hanya memiliki sebuah ruangan untuk segala kebutuhan mereka ini pun terlihat mulai banyak kerusakan di sana–sini.

Kehadiran para volunteer membawa sukacita tersendiri bagi mereka. Bila biasanya mereka seringkali dipandang sebelah mata, namun kali ini mereka benar-benar dihargai dan diperlakukan sederajat. Para volunteer membaur bersama mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, memeluk dan bahkan menyuapi mereka saat makan malam bersama.

Anak-anak usia TK sampai SMP pun tidak luput dari perhatian volunteer. Aneka hadiah yang dikemas dalam kotak sepatu dibagikan untuk mereka. Ekspresi kegirangan menghiasi raut wajah mereka saat membuka kotak-kotak sepatu itu. Bila biasanya mereka harus puas berbagi mainan dengan yang lain, kali ini mereka memiliki mainan untuk diri mereka sendiri.

Dua jam kebersamaan mereka terasa begitu singkat, namun para volunteer benar-benar puas melihat ekspresi bahagia mereka semua. Segala jerih lelah mereka seolah menghilang begitu saja. Saat kasih Allah dinyatakan kepada mereka yang membutuhkan, maka kasih dan damai sejahtera Allah pun turut tercurah atas hati setiap mereka yang melayani. Dari hati yang mengasihi sesama, lahir sebuah pelayanan yang berbeda.. (mj)

Beri Komentar

*
*