Articles

Aku Gagal??

Jum, 15 Apr 2011 03:04   |   3327 Read   |   Comments (9)

Seorang lelaki sedang tertidur di bawah pohon besar. Kemudian dia bermimpi ada cahaya terang mendatanginya. Dia bermimpi bertemu Tuhan.

Tuhan berkata kepadanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan lelaki itu setiap hari. Berbulan-bulan ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam lelaki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika lelaki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada lelaki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat lelaki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya.

"Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan mengadu segala permasalahannya itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan menjalankan perintah-Mu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"

Tuhan berkata,"Hambaku, ketika aku memintamu untuk melaksanakan perintah-Ku dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar?”

”Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi ketaatanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmah yang akan Kuberikan kepadamu."

Lelaki itu tiba-tiba terbangun dari mimpinya, dan bersyukur karena sekarang ia sudah belajar untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Sahabat, seringkali seperti halnya lelaki itu, kita dihadapkan pada sesuatu hal/pekerjaan yang kita rasa kita sedang menghabiskan waktu disana, tidak ada kemajuan apapun yang dapat kita lihat. Namun tahukah sahabat, Tuhan tidak pernah menyuruh anak-Nya untuk melakukan hal yang sia-sia. Dia selalu punya rencana yang terbaik untuk setiap anak-Nya. Seringkali cara yang digunakan-Nya tidak sama dengan cara yang ‘umum’ bagi kita, namun hasil akhirnya selalu menakjubkan, diluar yang dapat kita pikirkan atau bayangkan.

Karena itu, jika saat ini sahabat sedang berada dalam situasi seperti itu dan anda yakin bahwa apa yang sedang anda kerjakan adalah kehendak Tuhan, maka anda akan dapat melihat situasi tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sebuah kegagalan, tapi proses Tuhan untuk memberikan yang teristimewa bagi anda. Yang perlu anda lakukan hanya taat, setia dan percaya dengan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab anda. Selebihnya adalah rajutan Tuhan dalam hidup anda.

Tidak ada yang berhak mengatakan anda gagal. Anda gagal jika anda sudah menyerah dan berhenti mengusahakannya. Jadi, gagal atau tidak, sepenuhnya pilihan anda. (mj)

Beri Komentar

*
*


1 2